virus masuk ke jaringan

Para pembuat virus sedang membuat jaringan peer-to-peer untuk membantu penyebaran rancangan jahatnya. Jaringan ini digunakan untuk mengendalikan ribuan PC yang telah terinfeksi oleh program virus.

Taktik ini digunakan karena jaringan peer-to-peer sulit untuk diinterupsi, yang menyebabkan sulitnya menghentikan penyebaran virus yang menggunakan tehnik ini.

Para ahli keamanan menagtakan jaringan peer-to-peer sepertinya akan semakin populer dengan para pembuat virus.

Ancaman yang berkembang

Salah satu virus pertama yang membuat jaringan peer-to-peer untuk membantu penyebarannya adalah worm Slapper yang dirancang untuk menyerang sistem operasi Linux.

Sebuah virus Window bernama Sinit muncul di akhir 2003, yang membuat setiap mesin yang terinfeksi oleh program tersebut menjadi anggota dari jaringan peer-to-peer.

Diduga pencipta Sinit akan memberikan perintah-perintah kepada komputer yang terinfeksi melalui jaringan ini.

“Pembuat virus dan perusahaan anti-virus memang selalu bertikai,” uajr Pete Simpson dari firma filtering e-mail Clearswift.

“Sinit mewakili tantangan baru yang menakutkan bagi perusahaan anti-virus.”

Ada beragam cara untuk mengatur mesin menjadi jaringan peer-to-peer namun hindari mempunyai satu komputer sentral, atau server, yang mengendalikan seluruh mesin yang terkait.

Sebagai ganti, setiap mesin berbagi beban pengorganisasian sistem dan setiap anggota memberikan info tersebut kepada yang lain.

Jaringan peer-to-peer yang paling terkenal, seperti Kazaa, digunakan banayk orang untuk mencari dan berbagi file musik, video dan jenis file lainnya.

Jaringan “bot”

Di masa lalu beberapa pembuat program Trojan, yang membuka “backdoor” kepada PC yang terinfeksi, menggunakan kanal chatting internet sebagai jalan untuk memberikan perintah.

Seringkali ribuan komputer didaftarkan dalam jaringan jarak jauh ini yang disebut dengan “bot nets”.

Menemukan dan menutup kanal chatting dapat memutuskan pembuat virus dari jaringan mesinnya secara efektif.

Namun menutup jaringan yang terdistribusi akan lebih sulit karena tidak ada satu mesin yang sedang berjalan.

Juga lebih sulit untuk melacak dari mana perintah diberikan dan untuk menemukan pengendali jaringan.

Kevin Hogan, kepala Symantec Security Response mengatakan bahwa kabar baik dari jaringan virus peer-to-peer adalah bahwa keberadaannya jarang.

“Sedikit lebih sulit dilakukan daripada hanya dengan menaruh titik Trojan di satu server, ujarnya.

Ia mengatakan banyak jaringan peer-to-peer yang seringkali tidak efisien dalam memberikan perintah antara mesin-mesin anggota. Juga banyak pertukaran data melalui port yang jarang digunakan yang diblok secara rutin oleh kebanyakan firewall.

Pengirim : alex siagian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: